Jumat, 28 Februari 2014

Kisah Lucu: Kekasih Idaman

Ada sepasang kekasih sedang berduaan. Si cewek bangga mendapatkan cowok seperti pacarnya sekarang ini. Badannya si cowok macho dan mukanya cool habis. Yang dibayangkan si cewek adalah tentu dia sangat perkasa di saat jadi suaminya kelak.

Inem : "Bang benar hanya aku kekasih kamu ?"
Paijo : "Benar dik "
Inem : "Oh bahagianya aku."
Paijo : "Akupun demikian sayang."
Inem : "Abang tentu sangat perkasa di tempat tidur ya."
Paijo : "Memang dik sudah banyak buktinya, tanya saja si ratih, lina, dita, tante sofi, tante lola, tante siska."
Inem : (lalu jatuh pingsan)
Paijo : ......................?

Humor Lucu: Syarat Lulus Ujian

Seorang mahasiswi seksi yang terancam akan mengalami gagal ujian yang kemudian mendatangi kantor dosennya yang masih muda.
Dia melihat ke lingkungan sekitar sebentar kemudian menutup pintunya, dan langsung berlutut di hadapan sang dosen sambil memohon.

“Pak Dosen, saya bersedia melakukan apapun agar bisa lulus ujian….”, ujarnya sambil melirik genit.

Lalu sang mahasiswi mendekat ke arah dosennya, menyibakkan rambutnya sambil menatap matanya penuh arti.

“Kalau Bapak masih belum mengerti maksud saya…Saya bersedia melakukan apapun, apa saja yang Bapak mau…”, bisik sang mahasiswi.

Dosen muda tadi membalas tatapannya, “Apapun?”

“Apapun!”, jawab sang mahasiswi secepatnya.

Suara dosen itu melembut, “Apapun?”

“Apapun….” jawab sang mahasiswi.

Akhirnya Pak dosen berbisik kepada mahasiswinya.

“Maukah kamu……… belajar?”, kata sang dosen.

Kisah Lucu: Hari yang Sial

Ada seorang pria sedang putus asa, hanya berdiam diri di bar selama satu setengah jam cuma memandangi minumannya.

Seorang pengemudi truk langsung datang dan meneguk minuman hingga habis isi gelas itu. Si pria pemilik minuman langsung menangis.

“Hei...jangan nangis begitu, dong!” seru si pengemudi truk.

“Aku cuma bercanda saja kok tadi. Aku belikan minuman lagi, deh!” hibur pengemudi truk.

“Nggak, nggak usah. Hari ini merupakan hari terburuk dalam hidupku. Pertama, aku telat ke kantor. Bosku marah besar dan aku dipecat. Ketika mau pulang, ternyata mobilku dicuri orang. Ketika naik taksi, ternyata dompet dan kartu kredit aku ketinggalan di dalamnya. Sampai rumah, istriku tidur dengan tukang kebun. Aku meninggalkan rumah dan datang ke bar ini. Dan ketika aku berpikir untuk mengakhiri hidupku, kau muncul dan meminum semua minuman beracun milikku.”

Kisah Lucu: Sinshe vs Tabib

Konon ada sepasang sahabat China dan Arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si China jadi sinshe dan si Arab menjadi tabib.

Setelah 1 minggu praktek, si tabib tetep sepi pasien, namun si sinshe mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinshe.

Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya: "Jika Tidak Sembuh Uang Kembali 3x Lipat"

Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan pada si tabib. Giliran si sinshe sewot lalu mencari akal. "Haiyaaa, lumayan kalo owe pulak-pulak sakit dan tidak sembuh dapat uang lha..."

Lalu ia mendatangi si tabib.

Si sinshe: "Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati lasa. Owe tidak bisa lagi lasain lasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa..."

Si tabib: "Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan."

Lalu si tabib memanggil asistennya.

Si tabib: "Hasaaannnn, cefat ente bawa ke sini obat nomor 14."

Secepat mungkin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib diberikan kepada si sinshe. Dan si sinshe langsung mengunyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut.

Si sinshe: "Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ni tai ayam."

Si tabib: "Ente betul. Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi." Si sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si tabib dan sekaligus dapat uang si tabib. Maka kali ni si sinshe kembali berpura-pura sakit lupa yang sangat kronis.

Si sinshe: "Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa palah sekali. Owe lupa semua pelistiwa dan memoli owe. Haiyaaa, tolong owe."

Si tabib: "Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujArab sekali."

Lalu seperti biasa si tabib memanggil si Hasan sang asisten.

Si tabib: "Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14."

Si sinshe: "Haiyaaaa, owe tidak mau makan tai ayaaaam lagi"

Kamis, 27 Februari 2014

Efek Samping Rekayasa Teknologi dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Rencana untuk mengurangi dampak kekacauan akibat perubahan iklim dengan memanipulasi iklim Bumi cenderung tidak efektif. Malah, sebuah penelitian terbaru menunjukkan, upaya-upaya ini justru memperburuk terjadinya dampak perubahan iklim.

Karbondioksida yang meningkat di atmosfer secara dramatis sejak Revolusi Industri bisa berdampak pada naiknya permukaan air laut, cuaca sangat ekstrem, dan kekacauan lainnya dalam iklim setempat dan regional. 

Karbondioksida adalah gas rumah kaca yang memerangkap panas, sehingga saat jumlah gas meningkat, kondisi Bumi secara keseluruhan akan semakin panas.

Selain mengurangi emisi karbondioksida, ada yang menyarankan untuk memanipulasi iklim Bumi sebagai upaya terakhir mencegah bencana dari dampak perubahan iklim. Strategi yang dianggap radikal itu dikenal sebagai geoengineering atau rekayasa iklim.

Banyak ilmuwan menyelidiki dan mempertanyakan kemanjuran masing-masing metode geoengineering. Ada beberapa upaya untuk membandingkan dan membedakan dengan beragam metode, mulai dari pemupukan laut sehingga biota maritim menyerap karbondioksida yang berlebihan hingga melepaskan aerosol ke atmosfer untuk memantulkan sebagian sinar matahari yang masuk ke antariksa.    

Saat ini, para peneliti menggunakan sebuah model Bumi dari komputer 3D yang menguji potensi keunggulan dan kelemahan dari lima teknologi geoengineering yang berbeda.  

Akankah berhasil?
Peneliti menemukan bahkan ketika beberapa teknologi digabungkan, geoengineering tidak akan mampu mencegah kenaikan rata-rata suhu Bumi lebih dari dua derajat Celcius pada 2100 nanti dibandingkan dengan suhu saat ini. 

Batas kenaikan suhu itu menjadi fokus berbagai organisasi internasional. Berbagai teknologi tersebut tidak mampu mencegah kenaikan suhu, bahkan ketika masing-masing teknologi digunakan secara berkelanjutan dan dalam skala terbesar yang dianggap mungkin. 

“Potensi kebanyakan metode rekayasa iklim, bahkan saat sudah memasukkan hasil paling optimis, jauh lebih rendah dari yang saya perkirakan,” kata pengarang studi Andreas Oschies, seorang pembuat model sistem bumi di GEOMAR Helmholtz Centre for Ocean Research yang berada di Kiel, Jerman.   

Salah satu strategi, yang dikenal sebagai reboisasi, adalah rencana mengairi gurun di Australia dan Afrika Utara, untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman agar bisa menyerap karbondioksida. Namun, tanaman ini juga akan menyerap sinar matahari gurun yang saat ini dipantulkan kembali ke antariksa, sehingga benar-benar berkontribusi pada pemanasan global. Temuan itu mendukung hasil penelitian sebelumnya.

Taktik lainnya yang dikenal sebagai "ocean upwelling", taktik yang menggunakan pipa panjang untuk memompa air dalam yang dingin dan kaya nutrisi ke permukaan untuk mendinginkan permukaan laut dan mendorong pertumbuhan biota fotosintesis yang bisa menyerap karbondioksida. Namun, para ilmuwan memperhatikan bahwa jika strategi ini dihentikan, kondisi laut akan menyeimbangkan kembali tingkat panasnya, yang berpotensi menyebabkan bencana perubahan iklim secara cepat.    

Pendekatan lainnya dikenal sebagai "ocean alkalinization" yang akan membuang cairan ke dalam laut agar secara kimiawi meningkatkan penyerapan karbondioksida oleh laut. 

Teknik lainnya, yang dikenal sebagai pemupukan zat besi, akan membuang zat besi ke laut guna meningkatkan pertumbuhan biota fotosintesis yang bisa menyerap karbondioksida. Namun, seperti strategi geoengineering lainnya, model-model tersebut kurang efektif dalam mengurangi suhu global. 
  
Metode terakhir, yang dikenal sebagai manajemen radiasi surya, akan mengurangi jumlah cahaya matahari yang masuk ke bumi, kemungkinan besar dengan menyebarkan aerosol berbasis sulfat reflektif ke dalam atmosfer. 

Pengaturan cahaya sinar matahari di Bumi akan mendinginkan planet, namun para peneliti menekankan bahwa karbondioksida akan terus terakumulasi di atmosfer. Hal tersebut menyatakan bahwa jika strategi itu sempat dihentikan, Bumi akan memanas secara pesat setelah aerosol tersebar. 

Kemungkinan efek sampingnya
Secara keseluruhan, strategi itu masing-masing relatif kurang efektif. setiap strategi mengurangi pemanasan global kurang dari delapan persen, dengan asumsi tingkat emisi karbondioksida masih terus tinggi seperti kondisi saat ini. 

Para peneliti menemukan bahwa dalam seluruh simulasi, pada akhir abad 21 nanti, tingkat karbondioksida atmosfer masih akan mencapai lebih dari dua kali lipat dari level saat ini.
    
Selain itu, masing-masing teknik geoengineering bisa berpotensi menimbulkan efek samping yang parah. Contohnya, manajemen radiasi surya akan mengubah pola presipitasi seperti curah hujan dan mengurangi total presipitasi di seluruh dunia.

Secara keseluruhan, teknologi rekayasa iklim yang dianalisis dalam studi ini kurang efektif dalam menurunkan tingkat karbondioksida dan temperatur. Dan kelemahan dari dampak yang ditimbulkan tersebut “sangat mencolok”, kata ilmuwan iklim Kelly McCusker di University of Victoria di Kanada, yang terlibat dalam penelitian itu. 

McCusker dan koleganya juga baru-baru ini menemukan bahwa penghentian mendadak dalam strategi manajemen radiasi surya justru akan memperburuk pemanasan global.  
 
“Studi ini menegaskan pentingnya untuk terus menerus mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata McCusker kepada Live Science.

Para peneliti mencatat mereka menggunakan model sistem umi yang cukup kompleks, dan model yang lebih kompleks tersebut melibatkan tampilan lebih rumit mengenai kemungkinan respons angin terhadap geoengineering. “Kemungkinan ini menghasilkan jawaban yang berbeda-beda, khususnya perubahan presipitasi,” ujar Oschlies. 

Oschlies dan koleganya David Keller serta Ellias Feng merinci penemuan mereka secara online pada 25 Februari dalam jurnal Nature Communications.

Selasa, 25 Februari 2014

S = I


Dalam setiap komponen pendapatan nasional suatu negara sangat dipengaruhi oleh dua faktor atau dua pihak, yaitu:
1.    Pihak pembeli atau konsumen, artinya pendapatan yang diterima oleh setiap konsumen dikeluarkan kembali untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau produsen. Pengeluaran untuk pembelian tersebut dinamakan pengeluaran konsumsi (C = Consumption), dan pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi dinamakan tabungan (S = Saving).
Dengan demikian, dapat dirumuskan bahwa: Y = C + S

2.    Pihak penjual atau produsen, artinya barang-barang yang dihasilkan oleh produsen terdiri dari barang-barang konsumsi atau Consumption (C) dan barang-barang modal atau Investasi (I). Barang modal yang dimaksud diantaranya adalah gedung, pabrik, jalan, alat angkut, mesin, barang konsumsi persediaan.
Dengan demikian, dari pihak produsen dapat dirumuskan bahwa: Y = C + I

Dari dua rumus tersebut dapat dianalisis bahwa:
Apabila nilai Y tetap, maka meningkatkan nilai C, berarti menurunnya nilai S sebesar kenaikan C. Apabila I meningkat dan C tetap, maka Y pasti nilainya naik, dengan demikian S nilainya juga meningkat, masing-masing sebesar kenaikan I. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besarnya I selalu diikuti oleh besarnya S. Jadi, besarnya S sama dengan besarnya I atau S = I.

MPC + MPS = 1


MPC adalah bagian dari tambahan pendapatan yang dikonsumsi oleh rumah tangga (tidak ditabung)
MPS adalah bagian dari tambahan pendapatan yang diTabung oleh rumah tangga (tidak dikonsumsi)
seseorang melakukan konsumsi kalau punya uang, dan melakukan saving klu kelebihan uang.

Setiap ada pertambahan pendapatan maka akan menambah pengeluaran untuk konsumsi. Dan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi akan lebih kecil dari pertambahan pendapatan.
Kebalikannya, Setiap ada pertambahan pendapatan maka akan menambah tabungan Dan besarnya tambahan tabungan akan lebih kecil dari pertambahan pendapatan.

Karena pendapatan dibagi untuk konsumsi dan tabungan, maka saat seseorang memiliki keinginan untuk mengkonsumsi, dia akan dibatasi oleh keinginan untuk menabung.
Maka, bila ada kenaikan pada pendapatan, kenaikan tersebut harus dibagi untuk kenaikan pada konsumsi dan kenaikan pada tabungan.MPC ditambah MPS harus 1 bagian
MPC + MPS = 1




 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.